Wednesday, 17 November 2010

The Other Side Of The Door

Di panasnya pertengkaran ini, aku pergi. . Mengabaikan kata-kata yang kau katakan untuk menahanku. . Aku berkata, "aku sudah cukup muak". . Dan kau memanggil beratus-ratus kali, tapi aku tak menghiraukan. . Karena aku terlalu marah, aku mungkin harus mengatakan padamu ini telah berakhir. . Tapi jika kau lihat lebih dekat, aku berkata "tinggalkan", tapi yang benar-benar kuinginkan adalah dirimu, untuk berdiri di luar, di jendelaku, melempar kerikil, berteriak "aku cinta kamu", menunggu di sana - di bawah guyuran hujan, datang kembali. . Dan jangan pergi, karena aku tahu yang aku inginkan adalah SEBALIKNYA. .

Aku dan kebanggaan bodohku duduk di sini sendiri, melihat foto, menatap telepon. . Aku pikirkan lagi semua yang kita katakan. . Dan aku ingat bantingan pintu dan semua yang aku salah artikan. . Sayang, jika kau tau semuanya, katakan padaku kau tak tahu. . Saat aku pergi, aku ingin kau mengejarku. .

Dan aku akan berteriak ke luar jendela, tapi aku tak melihatmu. . Aku tak butuh dirimu, tapi aku butuh, butuh, butuh. . Aku tahu, tak ada yang bisa kau katakan untuk membenarkannya. . Aku bersungguh-sungguh, aku bersungguh-sungguh apa yang aku maksud. .

Aku berkata "tinggalkan", tapi sayang, yang aku inginkan adalah dirimu. . Berdiri di luar, di jendela, melempar kerikil, berteriak "aku cinta kamu", menunggu di sana - di bawah guyuran hujan, kembali lagi. . Dan jangan kau pergi, karena aku tahu semua yang aku inginkan adalah SEBALIKNYA. .

Dengan wajahmu dan mata yang indah. . Dan percakapan dengan sedikit white-lies. . Dan foto yang menghilang setelah malam yang indah. . Kau membawaku dari mobil ke tangga. . Dan aku menangis karena dia mengacaukannya. . Setelah semua ini, aku harus menunjukkan AKU BUTUH KAMU. . :)


Translated by dhee. .

0 comments:

Post a Comment

 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang