Wednesday, 18 January 2012

Please All, and You Will Please None

Have you ever heard a story about the old man, the boy, and the donkey? Not yet? You sure? OK, read and understand the story below...
There was an old man, a boy and a donkey. They were going to town and it was decided that the boy should ride.
As they went along they passed some people who thought that it was a shame for the boy to ride and the old man to walk. The old man and boy decided that maybe the critics were right so they changed positions.
Later, they passed some more people who thought that it was a real shame for that man to make such a small boy walk. The two decided that maybe they should both walk.
Soon they passed some people who thought that it was stupid to walk when they had a donkey to ride. The man and the boy decided maybe the best thing would be for them both to ride the donkey.
Soon, they passed a group who thought that it was a shame to put such a load on a poor helpless animal. The old man and the boy decided that maybe the critics were right so they decided to carry the donkey.
As they crossed a bridge, they lost their grip on the animal and he fell into the river and drowned.
Well, how is the story? Isn't it ridiculous? Wh-what? You don't understand what I said? Hhh, OK, I will speak Bahasa Indonesia. Hahaha...

OK, teman-teman pasti bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba aku nulis cerita yang, emm, yah, seperti di atas itu, ya kan? Hmm, susah menjelaskannya. Ini sungguh seperti sinetron. Di mana tokoh baik, akan selalu baik, dan yang jahat, akan selalu jahat. Itu membosankan sekali. Ya, memang gak nyambung sama cerita tentang keledai di atas. Tapi tunggu, nanti akan aku jelaskan.

Pernahkah kamu jadi orang baik? Ya, berbuat baik pada seseorang misalnya. Pasti kalian akan merasa senang karena ternyata masih bermanfaat untuk orang lain, right? Hahaha... Tapi taukah kamu, berbuat baik terus menerus, apalagi diketahui orang lain, itu malah bisa jadi bumerang buat diri kita sendiri. Why? Bukankah menyenangkan, kita dikenal orang lain sebagai seseorang yang baik hati? Iya, iya, memang itu salah satu sisi baiknya. Tapi di samping itu, ada beberapa sisi buruknya loh.

Sssstt, simak baik-baik ya, dan pastikan di samping kanan kiri kamu gak ada orang. Soalnya bahaya kalo bacanya rame-rame, jadi gak bisa direnungkan, diresapi, dan diamalkan. Ehehehem! OK, berbuat baik itu memang baik. Dan harus dilakukan dengan ikhlas, jelas. Tapi kan kita gak bisa selamanya available buat orang-orang yang membutuhkan. Kita juga butuh waktu buat diri kita, right? Tapi terkadang kita gak enak mau ngomong "enggak", apalagi ke temen kita. Nah, kalo udah kayak gitu, pasti bawaannya ngomel, mau bantu tapi gak ikhlas.

Apa hubungannya dengan kata "berbuat baik dan diketahui orang lain"? Nah, kita kan gak tau ya, gimana kualitas orang-orang di luar sana. Ada yang baik, ada yang jahat. Misalnya kita berbuat baik, dan diketahui orang lain, apalagi itu sering. Bukan tidak mungkin, ada orang jahat, yang suka memanfaatkan orang lain, akan memanfaatkan kebaikan kamu. Terlebih lagi kamu orangnya gak tegaan, dan susah bilang "enggak". Nah, itu, kamu akan sering-sering mumbling sendirian, capek sendirian, dan gak dapet pahala sendirian.

Bzzzz, serba salah kan, buat kamu-kamu yang susah bilang "enggak" dan gak tegaan. Masih mending kalo pandai bohong, white lies dikit kan boleh. Ya, bukannya menghasut untuk berhenti berbuat baik sih. Cuma pengen ngingetin aja, hati-hati, karena gak semua orang itu baik. Dan kalo kita emang lagi gak bisa bantu beneran, gimana hayo? Tapi kalo bisa ngatur sih gak apa-apa. Asal ikhlas aja kalo bantu orang lain. Percuma dong, bantu kalo gak ikhlas. Udah dapet capek, tapi gak dapet pahala.

Woy! Terus hubungannya sama the story about the old man, the boy, and the donkey apaan? Nah, kalo kamu konsentrasi, dan di samping-samping kamu gak ada orang, pasti ngerti deh apa korelasinya. Tapi kalo tetep gak tau, hmm, oke aku kasih tau. Cerita kedelai keledai tadi kan tentang anak sama bapak yang terlalu dengerin omongan orang-orang yang mereka temui di jalan. Itu berarti, mereka berusaha menyenangkan hati orang lain. Eh tapi malah akhirnya mereka sendiri yang susah, nyemplung ke sungai dan tenggelam. Maksudnya, jadi diri sendiri aja lah, gak usah dengerin kata orang lain kalo kita udah nyaman sama yang kita lakukan. Bilang "iya", kalo iya, dan bilang "enggak", kalo emang enggak. Belum ngerti juga? Pintu keluar di sebelah sana.

0 comments:

Post a Comment

 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang