Friday, 12 October 2012

Cara Menghadapi Orang Emosi

Ngadepin orang emosi itu gak boleh sembarangan, harus pake strategi. Kayak di bawah ini, yang sudah saya praktekkan seharian ini...

1. Jangan bales pake emosi
Emosi itu ibarat batu. Batu + batu = mental. Seperti teori fisika, bahwa benda keras bertumbukan dengan benda keras, maka akan terjadi tumbukan lenting sempurna yang dapat menyebabkan bunyi dan panas. Nah, emosi tuh kayak gitu. Kalo dibales emosi, maka akan terjadi tumbukan lenting sempurna, yang dapat menyebabkan perang mulut, berapi-api, relationship jadi jauh, renggang, berjarak. Jadi, menghadapi emosi itu gak boleh pake emosi juga. Pake yang sifatnya bertentangan. Misal kalo batu ya dibales pake gombal (kain gombal maksudnya), kalo emosi ya bales pake kebijaksanaan. Cieh.

2. Anggep aja cuma lelucon
Anggep aja, emosi atau ketidakwolesan orang itu adalah sebuah lelucon yang layak untuk ditertawakan. Kalo yang emosi itu adalah temen kamu yang emang sering marah-marah, ya wajar, kamu gak perlu kayak orang kebakaran jenggot nyari-nyari air. Stay cool. Ngapain juga nanggepin hal yang biasa terjadi, udah bosen kalee. Tapi kalo yang emosi itu adalah temen kamu yang jarang marah-marah, jangan panik juga. Tetep stay cool. Justru itu adalah kejadian langka yang gak boleh kamu lewatkan. Anggep aja stand up comedy.

Thursday, 11 October 2012

Mimpi Hanya Bunga Tidur?

Hmm... Begitu banyak pertanyaanku mengenai mimpi. Banyak, karena aku terlalu enggan hanya untuk mengetikkan keyword mimpi dalam kolom google. Dan pertanyaanku: Apa tujuan dari hadirnya mimpi di saat tidur? Apa hubungan mimpi dengan kegiatan sebelum tidur? Mengapa kita seringkali lupa dengan mimpi yang baru saja kita alami? Dan masih banyak lagi. Mungkin itu rumusan masalahnya kalau aku menulis skripsi tentang mimpi. Bangun woy! Biologi!

Mimpi. Apa itu seperti lamunan? Fantasi? Tapi lamunan bisa saja karena kehendak kita, kan? Tapi kalau mimpi, aku tidak yakin bisa mengendalikan mimpi. Mimpi, mimpi, mimpi. Sebenarnya, apa yang membuat kita memimpikan seseorang?

Kepercayaan


Ngutip dari quote-nya Lady Gaga ft. Beyonce, "Trust is like a mirror. You can fix it if it's broke. But you can still see the crack in that motherfucker's reflection." Sampe hapal. Ada juga kutipan dari FTV, "Kepercayaan itu seperti coklat lumer. Sekalipun masih bisa dibekukan, tapi bentuknya gak akan sama seperti semula." Kurang lebih seperti itu. Dan pasti masih banyak lagi quote-quote (bahasa apa ini?) tentang kepercayaan di luar yang dingin sana. Ya, intinya, kepercayaan itu, sekalinya hancur, gak akan pernah kembali ke bentuk semula. (Emangnya pembalut? tertawa)

Dan apakah krisis kepercayaan itu? Apakah itu dampaknya setelah kepercayaan itu hancur? Entahlah. Aku belum terlalu paham maksudnya. Tapi aku tau, pasti aku pernah mengalaminya, tapi aku gak sadar. Entah kapan. Mungkin sewaktu putih biru atau putih abu-abu. Atau mungkin beberapa bulan lalu itu juga namanya krisis kepercayaan? Emang kapan? Ngaco!

Hell yeah! Eh maksudku, well yeah, banyak orang yang menyepelekan satu kata yang menurutku sangat berarti ini, KEPERCAYAAN. Bagiku, kepercayaan adalah suatu kebanggaan untuk bisa memilikinya, cieh. Misalnya kepercayaan buat menjaga sesuatu yang berharga, seperti sebuah rahasia. Seperti kata Patrick, "Jika kamu memberitahukan rahasia kepada seseorang, maka itu bukan rahasia lagi." Nah, jadi memberitahukan suatu rahasia kepada seseorang itu termasuk sesuatu yang fragile. Salah-salah, kita bisa kehilangan sesuatu kita yang berharga. Maka dari itu, menjaga sesuatu yang berharga gak boleh sembarangan nanti dimarahin Tuhan. Pandai-pandailah memilih brankas.
 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang