Thursday, 11 October 2012

Mimpi Hanya Bunga Tidur?

Hmm... Begitu banyak pertanyaanku mengenai mimpi. Banyak, karena aku terlalu enggan hanya untuk mengetikkan keyword mimpi dalam kolom google. Dan pertanyaanku: Apa tujuan dari hadirnya mimpi di saat tidur? Apa hubungan mimpi dengan kegiatan sebelum tidur? Mengapa kita seringkali lupa dengan mimpi yang baru saja kita alami? Dan masih banyak lagi. Mungkin itu rumusan masalahnya kalau aku menulis skripsi tentang mimpi. Bangun woy! Biologi!

Mimpi. Apa itu seperti lamunan? Fantasi? Tapi lamunan bisa saja karena kehendak kita, kan? Tapi kalau mimpi, aku tidak yakin bisa mengendalikan mimpi. Mimpi, mimpi, mimpi. Sebenarnya, apa yang membuat kita memimpikan seseorang?

Beberapa hari yang lalu, aku bermimpi tentang seseorang. Seseorang yang bahkan tidak pernah lagi aku pikirkan, sekalipun. Bisa dibilang, the forgotten. Bagaimana bisa dia hadir di mimpiku, sedangkan aku tak pernah memanggilnya di dunia nyata, bahkan di alam bawah sadar pun tidak. Memikirkan? Sama sekali. Melihat namanya melintas di sosial media? Tidak. Jadi bagaimana bisa dia masuk tanpa ada celah sedikitpun walau hanya sekedar untuk mengintip?

Baiklah, jadi di mimpi itu, aku melihat kami (aku, dia, dan beberapa teman-teman lainnya) sedang bercanda. Entah apa lanjutannya, aku lupa. Yang jelas, tentang daily activities. Tapi aku yakin bukan deja vu, karena aku merasa belum pernah mengalaminya. Jadi ini apa? Beberapa hari sebelum aku bermimpi tentang hal ini, temanku bercerita tentang mimpinya. Dan aku dengan entengnya menjawab, MIMPI HANYALAH BUNGA TIDUR. Dan sekarang, yang aku alami ini, berarti bunga tidur juga? Ah, come on! Tapi kenapa bunga tidur itu memilih orang ini untuk menjadi leading role dalam mimpiku? Kalau mimpi adalah bunga tidur, lalu dari mana bunga itu berasal? Bukankah kita harus menyemai biji terlebih dulu sebelum akhirnya tumbuh bunga? Ahh!

Berbeda dengan kemarin, aku bermimpi dan leading role-nya memang orang yang sebelumnya terus-terusan aku pikirkan. Dalam mimpi itu, seolah adalah jawaban dari pikiranku tentang dia. Untuk hal ini, aku sudah terlalu sering mengalaminya. Mulai dari sesuatu yang aku takut akan terjadi, ketakutan terlambat UM UGM, sampai takut ketemu dosen yang superkiller. Yang ternyata, semua yang aku lihat di mimpiku adalah kebalikan dari kenyataan yang terjadi. Jadi, apa ini jawaban atas ketakutanku, yang berarti aku tak perlu takut akan sesuatu yang aku takutkan? Entahlah, tak ada yang bisa menjamin maksud dari mimpi-mimpiku.

0 comments:

Post a Comment

 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang