Monday, 9 December 2013

Kangen.

Epilog
"Hei..." Ruth menyapa menggunakan Line disertai dengan stiker Conny menatap foto Brown sambil menangis.
"Hallo..." balas Benny 2 jam kemudian, tanpa menggunakan stiker maupun emoticon.
Dan chatting pun tak berlanjut.

"Heh kampret, kemana aja sih kamu? Dari kemarin gak nongol-nongol!" Ganang memulai chat.
"Woy! Gak sopan bener, dateng-dateng marah-marah." balas Devi disertai stiker Conny dengan tangan mengepal dan mata yang berapi-api.
"Hahaha, biarin. Kamu nyebelin sih! Kangen tauuuuk." Ganang membalas dengan stiker Brown yang sedang menari hula-hula. Entah apa maksudnya, dia memang anak yang aneh dan susah ditebak.
"Ecieeeeh. Masa sih? Kok sama. Ehhhh."
Dan chatting pun berlanjut hingga 2 hari 2 malam.
Salah satu contoh chat bertema kangen. :p

Kangen. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kangen adalah ingin sekali bertemu. Sinonim dari kangen adalah rindu. Kangen gak selalu kepada seseorang. Bisa kangen sama keadaan atau suasana, tempat, benda, dan lainnya. Bagaimana seseorang bisa kangen? Kangen itu ada macam-macam sebabnya. Tapi pada dasarnya, kangen dipicu oleh rasa ingin bertemu. Yep, kembali ke pengertian awalnya.

Kapan sih, kita merasakan kangen? Tentu saja, ketika kita sudah lama tak bertemu. Bertemu orang itu, suasana itu, tempat itu... Biasanya, kita merasa kangen ketika kita sedang merasa kesepian, saat kita sedang sendiri. Ada sesuatu yang beda, seperti ada yang hilang. Nah, di saat itulah benih-benih kangen mulai muncul. Lama kelamaan rasa itu menumpuk, menumpuk, hingga menggunung dan tak dapat terbendung lagi.

Dari kedua cerita di atas, kita dapat melihat persamaan dan perbedaannya. Persamaannya, antara Ruth dan Ganang, mereka sedang merindukan seseorang. Ruth merindukan Benny, dan Ganang merindukan Devi. Namun keduanya memiliki perbedaan, yaitu Ruth merindukan seseorang yang (sepertinya) tak merindukannya. Kangen bertepuk sebelah tangan. Berbeda dengan Ganang yang blak-blakan bilang kalo dia kangen yang ternyata Devi pun demikian.

Ngomong-ngomong soal kangen, pernah gak sih kamu merasakan situasi kayak gini: kamu ditinggal pergi sama seseorang, dan kamu merasa biasa aja. Tapi lama kelamaan, kamu merasakan ada sesuatu yang hilang tapi kamu gak tau apa. Dan suatu malam, kamu bermimpi tentang orang yang meninggalkanmu. Di dalam mimpi itu, kamu melihat kejadian masa lampau dengan orang tersebut. Dan kamu menyadari, ternyata kamu kangen sama orang itu. Namun apa daya, kamu dan dia gak pernah bilang kangen-kangenan, ataupun yang menye-menye. Hanya seperlunya saja. Dan karena itu, kamu canggung akan memulainya. Seperti ada yang aneh. Tapi kamu kangen.

Ini terjadi kemarin pagi, sekitar pukul 7. Bermula ketika seorang pria menelfonku, dan seperti biasa, dia bertanya apakah aku sudah bangun. Dan seperti biasanya, aku menjawab, belum. Namun kali ini, aku punya alasan kenapa aku belum bangun. Walaupun sebenarnya, aku memang sudah berniat bangun. Ah! Satu menit dua puluh satu detik  berlalu, dan panggilan diakhiri. Bukan percakapan yang panjang memang. Hari itu hari Minggu. Aku merasa seperti utuh kembali. Bukan, bukan karena pria itu menelfon. Ada yang lain. Aku merasa, ini seperti biasanya, seperti kebiasaan dulu, ketika dia, gadis berambut keriting yang usianya lebih muda dariku itu, masih di sini, di rumah ini. Suara televisi yang kudengar dari kamar saat aku baru bangun tidur. Dan aku sadar, bukan. Kenyataannya, dia baru akan ada di rumah ini lagi besok, tanggal 21. Yap, mungkin aku merindukannya. Namun aku tak ingin mengatakannya.

Perpisahan ini, memunculkan rasa kangen ini. Dan mungkin, kami akan masih saling membenci jika perpisahan ini tak terjadi...

0 comments:

Post a Comment

 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang