Friday, 11 April 2014

Duri dalam Daging

Duri dalam daging. Sahabat, pernahkah kamu mendengar perumpamaan itu? Tahukah kamu makna dari perumpamaan itu? Jika daging itu punya perasaan, pasti dia merasa sakit karena adanya duri itu. Baiklah, karena aku juga tidak terlalu tahu maknanya, bolehlah aku mengartikannya sebagai: merasa sakit karena sebuah uneg-uneg. Bisa dikatakan, seseorang yang tidak bisa mengungkapkan apa yang ingin dia katakan atau ceritakan maka dia akan merasa sakit. Sakit di sini bisa berbentuk sedih, marah, atau perasaan tak menentu atau galau.

Sahabat, aku sudah berkali-kali merasakan perumpamaan itu. Bagaimana aku merasakan sesuatu, dan tidak ada tempat untuk menuangkannya hingga berlarut-larut dan hilang dengan sendirinya. Namun tidak hilang semudah itu. Dalam perjalanan hilangnya duri itu, aku selalu merasakan sakit, benar-benar seperti ada duri di dalam dagingku. Dan itu tidak benar-benar hilang lenyap tak berbekas, Sahabat. Ketika pikiranku kosong, semua duri-duri itu muncul kembali.

Sahabat, aku tidak mau lagi merasakan ada duri di dalam dagingku. Oleh karena itu, aku akan mengirim surat untuk menceritakan apa yang ingin aku ceritakan. Aku harap, kamu tidak keberatan untuk membaca setiap ceritaku yang akan sangat panjang.

Sadly,
Dhee.

2 comments:

 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang