Saturday, 28 June 2014

Masha and the Bear - When all the Houses

Hallo, para pecinta Masha and the Bear! Udah liat semua episode Masha and the Bear di season 1? Pasti udah dong. Pasti udah apal juga jalan cerita sampe dialognya. Ya kan? Oh ya, mereka (yang nayangin) tahu banget ya kalo kita-kita pengen episode baru Masha and the Bear, dan sekarang udah tayang episode-episode barunya. Tapi sayangnya, pake Bahasa Inggris. Emang sih, lebih mudah dipahami kalo pake Bahasa Inggris, tapi jadi gak lucu lagi. Padahal aku suka banget pas Masha ngomong pake Bahasa Rusia. Sampe-sampe, aku nyetel itu cuma aku dengerin suaranya aja. Abis aku udah apal sama ceritanya sih.

Nah, di season 2 ini, ada satu episode yang ceritanya nyentuh banget. Udah liat belum episode yang judulnya When all the Houses? Kalo belum liat, nih diliat dulu.


Friday, 20 June 2014

Cara Menikmati Mie Instan

Jaman sekarang adalah jamannya instan. Sebagai orang yang sibuk dan gak punya banyak waktu luang, kita membutuhkan sesuatu yang instan. Misalnya saat lapar, saat gak ada nasi, gak ada lauk, warung jauh banget, mie instan bisa jadi penolong buat kita. Tapi beberapa orang justru lebih memilih untuk mati kelaparan daripada makan mie instan. Why oh why? Itu karena mereka bosan makan mie instan yang rasanya gitu-gitu aja. Yeah, dengan kata lain mereka tidak bisa menikmati mie instan dengan cara yang baik dan benar. Kebetulan karena aku sedang baik hati, jadi aku mau ngasih tips cara menikmati mie instan yang (menurutku sih) gak pernah ngebosenin. Here is it.

Bukan ini! -_-
Bahan-bahannya simpel, cukup siapkan 1 bungkus mie istan dan 1 butir telur. Di sini kita pakenya mie kuah ya. Terserah kalian mau yang rasa apa aja, bebas. Tapi kali ini aku pakenya Mie Gepeng rasa Lada Hitam dari Gaga Mie. Ini mie rasanya enak banget menurutku, rasa ladanya strong banget.

1 butir telur dan 1 bungkus mie instan kuah
Cara bikinnya pertama-tama, rebus dulu telurnya sampe bener-bener mateng. Setelah mateng, kupas telurnya, taruh di mangkuk. Selanjutnya masak mie nya seperti biasa. Setelah mateng, sajikan mie bersama dengan telur tadi. Nah, ini yang beda, cara menikmatinya...

MALEFICENT

Siapa ya yang pertama kali mencetuskan adanya trailer-trailer sebelum film dimulai? Itu bener-bener ya. Bener-bener bikin kere. Gimana enggak, sebagai orang yang gampang banget penasaran, itu sangat membuat aku pengen nonton full movie-nya. Macam lem aibon kali ya. Haha... Bagai makan buah simalakama dah, gak diliat sayang, kalo diliat bikin penasaran. Duh. Jadi ceritanya, aku udah beberapa kali liat trailernya nih film beberapa kali pas aku nonton film-film sebelumnya. Beberapa kali juga mensugesti diri sendiri biar gak penasaran, biar gak kepengen nonton. "Alah, jelek. Dih, gloomy-gloomy gitu, pasti malesin." Dan masih banyak lagi sugesti-sugesti biar aku gak tergoda. Nah tapi, gara-gara ada artikel yang semacam ngereview tuh film dan aku baca, akhirnya tergeraklah hatiku untuk nonton. Yang tadinya keinginanku buat nonton tuh film cuma 1%, langsung melonjak jadi 99%. Kebetulan Si Mas Pr lagi nelpon, aku bujuk-bujuk dia buat nonton sampe mau. "Nonton opo sih? Sleeping beauty? Bobo cantik no?" Huahahahaha, bobo cantik katanya? Awalnya sih males-malesan gitu. Mandi aja jam 11, padahal filmnya mulai jam 12.00. Untung aja gak telat. Jadi sebenernya film apa sih? Yep, MALEFICENT.


Tuesday, 17 June 2014

Serangan MUTO

Pagi itu, tanggal 25 Agustus 2013, anak Biologi 2010 berkumpul di depan villa sedang foto-foto dengan seragam biru-putih macam anak SMP keranjingan balon. Semua memegang balon warna-warni dan berpose ala-ala artis Hollywood KW super, termasuk aku. Ada yang berdiri, ada yang duduk, sampai ada yang tiduran di tanah yang beralaskan rumput hijau itu. 

Aku FKIP BIOLOGI 2010. Kowe sopo?
Tiba-tiba aku melihat seorang anak perempuan yang sepertinya bukan dari Biologi 2010. Anak itu bertingkah aneh, seperti ketakutan. Cara dia berjalan seperti ragu-ragu dan menoleh kanan kiri. Karena aku penasaran, kemudian aku menghampirinya. "Hai, kamu bukan bagian dari kami, kan? Aku Dhian." sapaku dengan ramah. "Hai, aku Rani. Kebetulan aku lewat sini dan melihat kalian sedang foto-foto, sepertinya seru." katanya. Namun aku tidak terlalu percaya dengan pengakuannya yang hanya ingin melihat kami berfoto, lalu kami duduk, mengobrol, dan menjadi akrab. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba muncul seekor monster terbang mirip MUTO yang ada di film Godzilla. Makhluk itu terbang berputar-putar mengitari depan villa, tempat kami foto-foto. Aku semakin curiga ketika melihat Rani yang sangat ketakutan. Seperti ada yang tidak beres.

Monday, 16 June 2014

Kalian Adalah Misteri

Setiap orang datang dan pergi dari hidup kita. Terkadang aku merasa seperti sebuah rumah singgah sementara. Seseorang menghampiriku, tidak tentu berapa lamanya. Kadang sekejap, lalu ia pergi. Kadang sebentar, namun sempat menyisakan jejak. Kadang pergi kembali-pergi kembali berulang-ulang, tanpa esensi. Tapi aku percaya, orang-orang itu suatu saat pasti akan berperan dalam kehidupanku. Jika aku kertas, mereka mungkin sebagai pensil, penghapus, pensil warna, bahkan gunting. Mereka adalah misteri. Seseorang yang pada awalnya kita anggap kawan, suatu saat bisa jadi lawan. Begitupun sebaliknya.

- F R I E N D S H I P -

Sebagian besar mereka yang hingga kini aku anggap sebagai kawan, dulu aku tak menyangka akan menjadi kawan. Bahkan aku tidak begitu suka. Begitupun sebaliknya. Yang awalnya aku anggap sebagai teman, ternyata tidak seperti ekspektasiku. Sebut saja namanya Tia. Dia adalah salah seorang teman waktu aku masih di LIA. Pada awalnya, dia adalah orang yang ramah, lucu, dan disukai oleh teman-teman yang lain. Aku pun menganggapnya sebagai temanku, teman dekatku. Namun seiring waktu, seiring kenaikan level, dia mulai menampakkan sisi lainnya sehingga membuatku tidak respek lagi padanya. Semua orang yang sudah mengenalnya sejak masih EL-2 juga mulai ilfeel. Dan teman-teman baru pun menganggapnya sebagai (maaf) kuman. Aku yang sempat mengenalnya saat dia masih "baik", melihat perubahan itu. Dia yang dulu aku anggap teman, sekarang bukan lagi.

Friday, 13 June 2014

Gara-Gara Sinetron

Loving him was like driving a new Maserati down a dead end street. Itu adalah kalimat pertama dari lagunya Taylor Swift, Red, yang artinya mencintaimu bagaikan mengendarai Maserati di jalan buntu. Wooo, bukan bukan, aku bukannya mau nyeritain kegalauanku lagi. Jeng teret jerejeng jerejeng teret, santai! Setiap orang pasti pernah yang namanya menemui jalan buntu. Entah itu jalan buntu, atau "jalan buntu". Kayak misalnya nih ya, aku udah nulis sampe segini, tiba-tiba bingung mau nulis apa lagi. That is a dead-end.
 
Nasiiiib, punya hobi ngerjain tugas sambil nonton tivi. Jadi gini deh. Niatnya ngerjain skripsi (sumpah, agak gimana gitu nulis kata ini), tapi ngelirik-lirik terus ke tivi. Alhasil, bukan cuma ngelirik lagi, tapi menyaksikan dengan saksama dan tanpa segan. Huaa, benarkah aku seorang pecinta sinetron esceteve? Sampe-sampe pas aku nonton tivi di kosnya Mas Pran, aku sampe diledekin gara-gara aku nonton Sri Akamsokerdus dan gak aku bolehin dia mindah chanel. Tengsin bok, hahah. Biarin bodo amat. Fiuhh, sejak kapan ini aku jadi suka sinetron? *brb throwback* 
 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang