Friday, 20 June 2014

MALEFICENT

Siapa ya yang pertama kali mencetuskan adanya trailer-trailer sebelum film dimulai? Itu bener-bener ya. Bener-bener bikin kere. Gimana enggak, sebagai orang yang gampang banget penasaran, itu sangat membuat aku pengen nonton full movie-nya. Macam lem aibon kali ya. Haha... Bagai makan buah simalakama dah, gak diliat sayang, kalo diliat bikin penasaran. Duh. Jadi ceritanya, aku udah beberapa kali liat trailernya nih film beberapa kali pas aku nonton film-film sebelumnya. Beberapa kali juga mensugesti diri sendiri biar gak penasaran, biar gak kepengen nonton. "Alah, jelek. Dih, gloomy-gloomy gitu, pasti malesin." Dan masih banyak lagi sugesti-sugesti biar aku gak tergoda. Nah tapi, gara-gara ada artikel yang semacam ngereview tuh film dan aku baca, akhirnya tergeraklah hatiku untuk nonton. Yang tadinya keinginanku buat nonton tuh film cuma 1%, langsung melonjak jadi 99%. Kebetulan Si Mas Pr lagi nelpon, aku bujuk-bujuk dia buat nonton sampe mau. "Nonton opo sih? Sleeping beauty? Bobo cantik no?" Huahahahaha, bobo cantik katanya? Awalnya sih males-malesan gitu. Mandi aja jam 11, padahal filmnya mulai jam 12.00. Untung aja gak telat. Jadi sebenernya film apa sih? Yep, MALEFICENT.


Buat kamu-kamu yang dulu waktu kecil hobi banget nonton film-film disney princess pasti gak asing sama Sleeping Beauty. Itu tuh, yang putri dikutuk sama penyihir, kalo ketusuk jarum terus dia molor. Nah taukah kamu, siapa yang mengutuknya? Yep, Maleficent. Jadi film ini nyeritain cerita Sleeping Beauty dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandangnya Maleficent.


Pada jaman dahulu kala, ada dua buah kerajaan. Kerajaan manusia dan kerajaan peri. Kerajaan manusia dipimpin oleh raja yang serakah, yang ingin menguasai kekayaan kerajaan peri. Sedangkan kerajaan peri tidak ada raja ataupun ratu yang memimpin, karena mereka saling percaya satu sama lain. Kerajaan itu namanya The Moors, di situlah Maleficent tinggal. Dia adalah peri yang sangat ramah, baik hati, cantik, penolong... Ah, pokoknya perfect deh. Pada suatu hari, ada seorang anak manusia yang memasuki kerajaan peri dan mencuri berlian, Stefan namanya. Itulah pertemuan pertama Maleficent dan Stefan. Setelah pertemuan itu, keduanya berteman, saling jatuh cinta, pacaran, lalu Stefan ngasih ciuman gitu. Katanya sih ciuman cinta sejati, pret. Lama-kelamaan, Stefan jadi berubah, sifat aslinya keluar. Karena obsesinya untuk menguasai kerajaan manusia, mereka tidak pernah bertemu lagi. Dari kecilnya aja udah obsesi sama harta, tampak semakin jelas lah pas udah gede.

Pertemuan Pertama Maleficent dan Stefan
Suatu hari, Stefan kembali mengunjungi Maleficent dengan alasan ingin mengingatkan Maleficent agar berhati-hati karena raja ingin membalas dendam atas kekalahannya saat perang. Tapi ternyata Stefan justru ingin membunuh Maleficent sehingga dia bisa menjadi raja di kerajaan manusia. Dia memberikan obat tidur pada Maleficent dan mencoba untuk membunuhnya. Tapi karena tidak tega, jadi dia hanya mengambil sayapnya saja, dan melapor kepada sang raja kalau dia telah membalaskan dendam dengan membunuh Maleficent. Dan semudah itu, Stefan menjadi raja di kerajaan manusia.

King Stefan
Setelah bangun dari tidurnya, Maleficent menyadari bahwa dia telah dikhianati oleh Stefan yang telah mencuri sayapnya. Sumpah, itu adegan paling miris dan bikin merinding yang ada di film itu. Setelah itu, Maleficent menyelamatkan seekor burung gagak yang sedang tertangkap manusia kemudian dia mengubahnya menjadi manusia. Untuk membalas jasa Maleficent, Diaval (nama burung gagak itu) mengabdi dan bersedia menjadi apapun untuk Maleficent.

Beberapa waktu kemudian, Diaval memberitahukan pada Maleficent bahwa Raja Stefan akan mengadakan pembaptisan untuk bayi perempuannya yang bernama Aurora. Mendengar hal itu, Maleficent ingin membalas dendam dengan memberikan kutukan pada Aurora. Pada hari ulang tahunnya yang ke-16 sebelum matahari terbenam, Aurora akan tertusuk jarum pemintal dan dia akan tertidur bagaikan mati untuk selamanya dan hanya ciuman cinta sejati yang bisa membangunkannya. Untuk mematahkan kutukan itu, Raja Stefan memusnahkan semua mesin pemintal dan mengirim Aurora untuk tinggal di sebuah desa sampai umurnya 16 tahun lebih satu hari bersama tiga peri yang ketiganya konyol banget.

Sebuah Desa Tempat Tinggal Princess Aurora

Tiga Peri yang Konyol Banget
Ternyata, di balik kebenciannya, Maleficent sangat perhatian terhadap Princess Aurora. Adegan yang paling lucu adalah saat Princess Aurora bilang, "Up, up!" minta digendong sama Maleficent, dan digendong. Ahh, so sweet bingit... Udah gitu, ternyata Princess Aurora tau kalo selama ini Maleficent selalu ngikutin dia, dan dia memanggilnya Fairy Godmother. Semakin lama, Maleficent semakin sayang sama Princess Aurora, sampai-sampai dia ingin mencabut kutukannya, tapi tidak bisa. Karena dia sendiri yang mengatakan "kutukan itu untuk selamanya".

"Up! Up!"
Pada hari ulang tahunnya yang ke-16, Princess Aurora mengetahui bahwa dia dikutuk oleh Maleficent, dan dia menjadi benci lalu pulang ke kerajaan untuk menemui ayahnya, Raja Stefan. Karena Raja Stefan sedang sibuk mengurus dendamnya, dia mengurung Princess Aurora di sebuah ruangan. Tapi ternyata kutukan itu sangat kuat sehingga Princess Aurora tertusuk oleh jarum pemintal dan tertidur.

Sleeping Beauty aka Bobo Cantik
Setelah kejadian itu, Maleficent menculik Prince Phillip agar dia mencium Princess Aurora. Tapi ternyata tidak berhasil, Phillip bukanlah cinta sejatinya. Karena itu, Maleficent sangat menyesali kutukannya. Dia menangis lalu mencium kening Princess Aurora, dan patahlah kutukan itu. Sempet berpikir kalo cinta sejatinya justru Diaval, haha... Ternyata bukan.

Nah, di bagian pas Maleficent dan Princess Aurora mau keluar dan kembali ke Moors, dia ditangkap oleh prajurit kerajaan dan akan dibunuh. Singkat cerita, Princess Aurora masuk ke dalam ruangan tempat di mana Raja Stefan menyimpan sayap Maleficent yang telah dicurinya. Kemudian sayap itu dibebaskan dan kembali ke pemimiknya sehingga Maleficent kini punya sayap lagi dan unbeatable.

Akhir cerita Maleficent dan Princess Aurora kembali ke Moors, lalu Princess Aurora dinobatkan sebagai Ratu di kerajaan peri dan manusia. Maleficent juga mengembalikan bentuk kerajaan peri seperti sedia kala, di mana banyak sekali keajaiban yang sangat indah. At the end of the story, they lived happily ever after. The end.


Fiuh... Agak beda sama Sleeping Beauty yang aku lihat waktu kecil. Ceritanya lebih dari ekspektasiku. Gak nyangka ternyata Maleficent tidak benar-benar jahat, bahkan dia sangat baik. Ayo yang belum nonton, cepetan nonton! Recommended banget!!!!

3 comments:

  1. kasih spoiler alert dhi, hahhahaa,
    biar yang belom nonton gak nyesel bacanya, wkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah kamu salah satunya yg kesel karena belum nonton? Hahahahaha...
      Tumben kw njedul, put? :p

      Delete

 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang