Tuesday, 17 June 2014

Serangan MUTO

Pagi itu, tanggal 25 Agustus 2013, anak Biologi 2010 berkumpul di depan villa sedang foto-foto dengan seragam biru-putih macam anak SMP keranjingan balon. Semua memegang balon warna-warni dan berpose ala-ala artis Hollywood KW super, termasuk aku. Ada yang berdiri, ada yang duduk, sampai ada yang tiduran di tanah yang beralaskan rumput hijau itu. 

Aku FKIP BIOLOGI 2010. Kowe sopo?
Tiba-tiba aku melihat seorang anak perempuan yang sepertinya bukan dari Biologi 2010. Anak itu bertingkah aneh, seperti ketakutan. Cara dia berjalan seperti ragu-ragu dan menoleh kanan kiri. Karena aku penasaran, kemudian aku menghampirinya. "Hai, kamu bukan bagian dari kami, kan? Aku Dhian." sapaku dengan ramah. "Hai, aku Rani. Kebetulan aku lewat sini dan melihat kalian sedang foto-foto, sepertinya seru." katanya. Namun aku tidak terlalu percaya dengan pengakuannya yang hanya ingin melihat kami berfoto, lalu kami duduk, mengobrol, dan menjadi akrab. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba muncul seekor monster terbang mirip MUTO yang ada di film Godzilla. Makhluk itu terbang berputar-putar mengitari depan villa, tempat kami foto-foto. Aku semakin curiga ketika melihat Rani yang sangat ketakutan. Seperti ada yang tidak beres.

MUTO
Hari berikutnya, Rani mengajakku main ke rumahnya yang ada di Solo Baru. Dia adalah anak orang kaya raya. Rumahnya besar, bersih, dan bagus. Semua barang-barangnya mahal. Tapi sayang, di rumah yang seperti istana itu, Rani hanya tinggal sendiri. Lalu dia menawari aku minum. Aku yang hanya orang dari perumahan kecil ini heran dan kegirangan saat melihat isi kulkas Rani yang penuh dengan makanan. Rani adalah anak yang baik hati. Walaupun dia pendiam, tetapi dia anaknya asik. Kalau diibaratkan, aku adalah Yukko yang iseng, cengengesan, dan lumayan gaul, sedangkan Rani adalah Nano yang pendiam, sungkan, agak-agak kuper, tapi baik hati.

Hakase, Nano, dan Yukko
Ketika kami sedang asik mengerjakan PR, tiba-tiba ada sesuatu yang menggedor-gedor pintu rumah Rani. Aku terdiam ketakutan dan bertanya pada Rani, apakah itu? Lalu aku mengintip dari balik jendela yang berwarna gelap, ternyata itu adalah MUTO. Dia menabrak-nabrakkan dirinya ke pintu, seperti ingin masuk. "Hah, Ran. Itu MUTO. Gimana nih?" kataku panik. "Tenang, dia gak akan bisa masuk ke rumah ini kok." Rani menenangkanku. Tapi aku masih ketakutan dan bertanya-tanya, ada apa sebenarnya. Kenapa seolah MUTO itu mengincar Rani? Setelah keadaan agak tenang dan MUTO itu pergi, aku pulang.

Hari-hariku menjadi mencekam semenjak kenal dengan Rani dan makhluk MUTO. Tidak pernah lagi ada hari yang terang, kini hari-hari terasa gloomy. Lalu untuk menjawab rasa penasaranku, aku pergi ke rumah Rani. Aku pencet bel rumahnya, namun tidak ada jawaban. Kemudian seseorang, yang merupakan tetangga samping rumahnya mempersilakanku untuk masuk ke rumahnya. FYI, rumah tetangga Rani tidak semegah rumah Rani, bahkan sangat mencolok perbedaannya. Rumahnya sangat sederhana. Dia berkata kalau di Solo Baru memang suasananya sedang mencekam karena adanya MUTO. "Sudah, kamu di sini dulu saja. Rani mungkin masih takut untuk membuka pintu, takut MUTO masuk." si tetangga menjelaskan kepadaku. "Rumah ini memang tidak sebagus dan sekokoh rumah Rani, tapi paling tidak kita bisa bersembunyi di sini." tambahnya. "Iya bu, terimakasih," balasku. Tidak lama kemudian, MUTO masuk menerobos pintu si tetangga dan mengobrak-abrik seisi rumah. Dia hanya terbang berputar-putar, seperti mencari sesuatu... atau seseorang. Tidak lama kemudian dia keluar dan pergi. Aku pergi ke rumah Rani lagi, aku membuka pintu lalu menguncinya rapat-rapat. Aku dan Rani yang sangat ketakutan duduk di pojokan rumah. MUTO datang lagi, dan kali ini dia berhasil masuk rumah Rani hanya dengan sekali dobrak. Tapi dia tetap hanya terbang berputar-putar. Kata orang-orang sekitar, MUTO takut dengan air. Lalu kami mencoba untuk menyiramnya dengan air minum. Terkena, lalu dia keluar dan bertengger di pagar rumah Rani, terlihat seperti sedang kelelahan.

Kejadian-kejadian ini sangatlah janggal. Aku bertemu dengan Rani, dia tinggal seorang diri di rumah yang seperti istana. Pertama kali bertemu Rani, pertama kalinya pula aku bertemu MUTO. Jadi, siapa Rani? Apa hubungan dia dengan MUTO? Mengapa dia seperti menyembunyikan sesuatu? Saat aku belum mendapatkan jawabannya, tiba-tiba aku dibangunkan oleh sebuah suara. Ibuku, dia menyuruhku mandi karena mau diajak pergi. Hhh, ternyata hanya mimpi.

0 comments:

Post a Comment

 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang