Monday, 6 July 2015

Bagaimana Menghadapi Si Tukang Gosip?

Suatu ketika, aku tergabung dalam sebuah lingkungan baru. Gak ada orang yang aku kenal, kecuali satu, yaitu temen kuliahku, se-geng juga kebetulan. Tapi bukan dia yang mau aku ceritain. Jadi di sana aku cuma kenal dia doang. Gak mungkin kan, dalam lingkungan yang bisa dibilang tidak-terlalu-kecil aku cuma kenal satu orang aja. Jadilah aku sedikit berpura-pura menjadi orang lain yang sok manis, sok ramah. Padahal mah, senyum aja suka males. Basa-basi apalagi. Duh, gak jadi diri sendiri itu gak nyaman banget lah pokoknya. Tapi lama-kelamaan, aku mulai bisa menjadi diriku sendiri, yang gak perlu fake-smiling lagi. Sedikit demi sedikit aku jadi tahu sifat orang-orang di sekitarku.

Sebut saja Vira. Dia sebenernya orangnya baik, asik juga, bisa diajak serius, bisa diajak bercanda. Dia juga gak pelit orangnya, sering nraktir kita-kita. Bisa dibilang, dia orang yang paling deket sama aku (setidaknya waktu itu) sepeninggalan temenku yang satunya lagi, Umi namanya. Dulu kami bertiga adalah satu tim. Umi yang kalem, keibuan, dan alim. Aku yang semau gue, dan Vira yang semau die. Kami bertiga saling melengkapi. Tapi kemudian, Umi hengkang. Vira kecewa, dia jadi sering ngomongin kejelekan Umi (di mata dia), ngomongin ketidaksukaannya pada Umi juga. Dari situ aku semakin yakin kalo dia itu GOSSIPER AKUT. Gak ada si A, dia gosipin A. Besoknya ketemu si A, eh gosipin si B. Haduduh... Gak cuma itu, dia juga seorang pembenci. Semua orang dibenci sama dia. Ingat! What's around you makes you. Aku gak mau lah, jadi orang kayak dia. Memang dia temenku, aku udah nganggep dia kayak kakakku sendiri. Tapi walaupun gitu, aku gak mau jadi seperti itu. Seperti itu? Seperti itu maumu, mama papa tolong akuuuu~ Eh kok jadi Syahrini sih? Oke, jadi karena aku gak mau jadi pembenci dan gossiper akut (aku sih cukup jadi gossiper aja, gak mau sampe akut), akhirnya aku melakukan beberapa langkah. How to overcome the gossiper? Here is it:
Rumpi? No Secret! Muah.
1. Gosipin Orang Sama Dia, Jangan!
Kamu musti inget, dia itu gossiper akut. Siapa yang gak ada di kumpulan, dia yang jadi bahan obrolan. Tentu aja kamu gak akan selamanya bisa terus-terusan ikut ngumpul, kan? Jadi bukan gak mungkin kalo suatu saat, pas kamu gak ikut ngumpul, kamu yang jadi bahan obrolan. Untuk itu, jangan pernah ikut-ikutan gosipin orang sama dia. Ya, walaupun kamu juga gak sreg sama orang yang lagi digosipin itu. Pokoknya jangan! Mending ngegosipnya sama gossiper yang selevel aja. Kenapa? Soalnya nanti semua orang lama-lama jadi tau siapa kamu. Orang tuh gampang menilai kamu dari cara kamu ngegosip. Jadi, ngegosip lah dengan baik, dan dengan orang yang tepat.

2. Terlalu Percaya Dengan Kata-katanya, Jangan!

Pernah, iseng-iseng aku tanya ke dia.
Aku: "Eh kenapa sih, kok kamu kayaknya benci banget sama dia?" (Iya, aku emang "kewanen".)
Vira: "Soalnya nih ya, bla bla bla bla... sampe berbusa mulutnya."
Aku: "Hah? Masa sih? Gak nyangka. Parah banget, parah."
Yaa, walaupun aku bilang "parah-parah" gitu, tapi aku gak percaya gitu aja sama omongannya. Aku baru percaya kalo udah ngalamin sendiri. Namanya juga orang benci, dia bernapas aja diangep salah. Jadi, jangan terlalu percaya.

3. Bermuka Dua, Jangan!
Nih ya, jangan korbankan mukamu hanya demi bisa dianggep temen gosip paling asik sama dia, sekalipun dia adalah orang yang cukup berpengaruh di situ. Gimana sih maksudnya? Gini misal...
*lagi ngerjain sesuatu* tiba-tiba...
Vira: "Hadoooh, ono wong aneh."
Aku: "Eh? Apa?"
(ternyata ada orang yang dia benci)
Aku: "Oh..."
[INI BENAR!]
Jangan ditambahin. Udah, oh-in aja. Jangan begini...
*lagi ngerjain sesuatu* tiba-tiba...
Vira: "Hadooooh, ono wong aneh."
Aku: "Eh? Apa?"
(ternyata ada orang yang dia benci)
Aku: "Oh..." *lalu niruin kebiasaan anehnya*
Vira: "Hahaha... Heh, ojo ngono. Ketularan kw mengko."
Aku: "Hiiiih, amit-amit."
*jadi keterusan ngegosip*
[INI SALAH!]
Sok-sokan benci juga sama "si orang aneh" eh pas cuma sama "si orang aneh" malah sok akrab. Yahelah, muka dua. Situ planaria?
Cacing Planaria Si Muka Dua
4. Termakan Omongannya, Jangan!
Ada pepatah mengatakan: The enemy of my enemy is my friend. Aku lanjutin aja... So the enemy of mine should be yours too, because you are my friend. Hahaha... Gak banyak orang yang mau kalo temennya temenan sama musuhnya. Maka dari itu, si gossiper biasanya menghasut kamu biar kamu gak deket-deket sama orang yang dia benci, dan menghasut biar kamu juga ikutan benci sama dia. But don't! That wouldn't make you ellegant. Bersikap biasa aja. Musuh temen kamu gak harus jadi musuh kamu kok. Justru kamu bisa jadi penengah. (Maksudnya, jadi wasitnya. Eh~)

Yaa, kira-kira gitu lah caraku ngadepin tukang gosip akut yang membenci semua orang. Aku sih gak tau, apakah aku termasuk salah satunya. Aku cuma berusaha jadi temen yang baik tanpa memihak siapapun walaupun aku memang temen dia (si Vira). Kadang sebel juga sama sifatnya. Aku jadi kena imbasnya juga. Dikomplenin orang-orang yang benci sama dia. Hadooooh...

Tapi belakangan aku tau, orang yang selama ini udah aku anggep sebagai kakakku sendiri ternyata... Ah sudahlah.

0 comments:

Post a Comment

 

LIMPPOMPOM Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang